Potensi Perkebunan Buah Rambutan dan Durian di Desa Mangkawani
1. Rambutan sebagai Komoditas Perkebunan
Rambutan merupakan salah satu buah tropis yang tumbuh subur di Desa Mangkawani. Tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, terutama ketika musim panen tiba. Masyarakat desa banyak memanfaatkan lahan pekarangan maupun kebun khusus untuk menanam rambutan, karena perawatannya relatif mudah serta memiliki daya tarik pasar yang stabil.
Rambutan Mangkawani dikenal dengan rasa manis dan segar, menjadikannya komoditas unggulan yang tidak hanya dikonsumsi lokal tetapi juga berpotensi dipasarkan ke luar daerah. Selain dijual dalam bentuk buah segar, rambutan juga bisa diolah menjadi produk turunan seperti manisan, sirup, hingga bahan campuran es yang bernilai tambah. Hal ini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa dalam bidang pengolahan hasil perkebunan.
2. Durian sebagai Komoditas Perkebunan
Selain rambutan, durian juga menjadi primadona di Desa Mangkawani. Dengan kondisi tanah subur dan iklim yang mendukung, pohon durian tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah berkualitas tinggi. Durian khas Mangkawani memiliki cita rasa legit, manis, dan aromanya yang kuat, sehingga sangat diminati masyarakat luas.
Durian tidak hanya dijual di pasar lokal, tetapi juga banyak dicari oleh pedagang dari luar daerah. Potensi ekonomi dari durian cukup besar, apalagi jika dikembangkan melalui festival buah, agrowisata, atau pengolahan produk turunan seperti dodol durian, tempoyak, dan es krim durian. Keberadaan perkebunan durian di Mangkawani juga menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi para pecinta buah.